Minggu, 20 Februari 2011

Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Sumsel

Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Sumsel kekurangan tenaga penyuluh lapangan. Saat ini Disnak membutuhkan sekurangnya 120 orang tenaga penyuluh. Kepala Disnak Sumsel, Asrillazi mengatakan, tenaga penyuluh peternakan masih sangat minim. Oleh karenanya Disnak menyambut positif pembahasan Raperda inisiatif dewan Tentang Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Asrillazi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan rekrutmen tenaga penyuluh peternakan yang baru.

Sehingga saat Perda diterapkan maka akan ada aturan jelas soal tenaga penyuluh tersebut. Apalagi sambung dia, minimnya tenaga penyuluh lantaran tenaga penyuluh yang lama banyak yang beralih ke tenaga struktural di kantor Dinas Peternakan Sumsel sendiri. “Rata-rata dari 120-an tenaga penyuluh sebelumnya sudah menjadi tenaga struktural, sehingga kita sekarang juga butuh sekitar 100 sampai 120 tenaga penyuluh,” terangnya. Tenaga penyuluh yang baru itu nantinya, kata Asrillazi, tidak boleh pindah ke tempat lain lantaran sudah terdapat badan koordinasi sendiri sesuai aturan hukum berlaku.

Dia menilai,keberadaan penyuluh peternakan maupun sektor pertanian dan kehutanan akan lebih terjamin. Dikatakan dia, rekrutmen nantinya menunggu adanya pembukaan formasi penerimaan CPNS.Asrillazi berharap, kepada Sarjana Peternakan agar bersiap- siap karena dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Dia pun menyambut baik adanya usulan Raperda inisiatif dari dewan tentang Badan Penyuluh Peternakan ini mengingat keberadaan tenaga penyuluh sangat dibutuhkan. Karena selama ini tenaga penyuluh sangat minim, sehingga kurang mendukung berbagai program Disnak seperti program swasembada daging di Sumsel.

”Kalau tenaga penyuluh peternakan diaktifkan kembali maka sektor peternakan di Sumsel meningkat dan mendorong suksesnya lumbung pangan yang digencarkan pemerintah,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Komisi II Budiarto Marsul menyatakan, harus ada regulasi atau Perda yang mengatur secara khusus tentang penyuluhan. Apalagi kata dia, peranan penyuluh saat ini amat minim dan perlu mengembalikan peranan tersebut untuk kemajuan sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.“Selama ini penyuluh tidak ditempatkan sesuai dengan profesionalitasnya, sehingga dengan adanya Badan Kordinasi Penyuluhan itu dapat dididik lebih profesional sesuai bidang disesuaikan dengan potensi sektor-sektor itu di tengah masyarakat,”tandasnya.

Menurut Budiarto, Raperda inisiatif DPRD Sumsel Tentang Badan Koordinasi Penyuluhan itu diusulkan memang karena masih kurangnya tenaga penyuluhan di Sumsel, yang didalamnya termasuk sektor peternakan.”Saat ini, kami tengah membahas Raperda ini bersama dengan instansi terkait, termasuk Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, dan Dinas Perikanan. Dalam waktu dekat kembali dibahas dalam Rapat Paripurna,” tandasnya. Demikian catatan online books.grandong.com tentang Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Sumsel.

Guna memperjelas batas wilayah kawasan Jakabaring Sport City

Guna memperjelas batas wilayah kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Dinas PU Cipta Karya (PU CK) Provinsi Sumsel dalam waktu dekat akan membangun pagar mengitari lahan sepanjang lebih kurang 8 km. “Dananya berasal dari APBD Sumsel tahun 2011.Dana itu juga sudah satu paket dengan pemasangan lampu jalan dan taman di JSC. Februari ini pembangunan pagar akan segera dimulai dan kita diberi waktuhinggaJuni2011sudah selesai dibangun,”ujarKepalaDinasPUCK Sumsel, Rizal Abdullah kemarin.

Menurut Rizal, pemasangan pagar setinggi dua meter terbuat dari besi dan akan dimulai dari gerbang pintu masuk JSC atau depan jalan raya. ”Kita akan mulai pagar dari sisi kiri terlebih dahulu.Selanjutnya baru ke arah menuju lokasi venues sampai ke sisi kanan ke arah cabor panjat tebing, sepatu roda dan seterusnya,”terangnya. Dari hasil pengukuran, lanjut dia, pemagaran akan dilakukan lebih kurang di luas lahan 300 hektare. Selain memberi petunjuk batas, tujuan pemasangan pagar itu agar kawasan JSC dan sekitarnya terlihat rapi dari jauh dan dekat.

Menariknya lagi, tambah Rizal, setelah dipagari maka di dalam area dekat pagar akan dibangun trek khusus sepeda, sehingga pemilik sepeda dapat memutari area JSC dengan bersepeda. ”Nanti kalau sudah jadi semua, pengunjung JSC dapat berolahraga sepeda bersama keluarga dan teman-teman sambil menikmati pemadangan JSC,”katanya. Disampaikan Rizal, tidak hanya pagar batas wilayah JSC saja yang akan dibangun melainkan juga seluruh kawasan venues yang berada di JSC juga bakal dipagari. Sehingga juga tampak kelihatan bagus dan rapi. ”Semua venues di dalam JSC kita pagari,mulai dari venues tenis, atletik, wisma atlet dan lainnya,”tukasnya.

Disinggung mengenai pembangunan venues sampai saat ini, Rizal mengatakan, sejauh ini progress pembangunan masih terus sesuai jadwal yang ada. ”Seperti pemasangan paku bumi, semuanya hampir selesai. Bahkan beberapa pembangunan seperti venues atletik, ditargetkan dapat selesai 64,5% pada 25 Maret 2011,”jelasnya. Adapun langkah yang diambil untuk mendukung percepatan penyelesaian venues atletik, antara lain dengan menambah peralatan, mulai dari truk tronton 10 unit dan dump truck 10 unit. ”Bahan material juga kita tambah,mulai besi beton sebanyak 350 ton,lalu multiflex 1500 lembar, kayu perancah dan beton readymix,”katanya.

Kemudian tenaga pekerja juga ditambah menjadi 50 orang tukang dan 50 orang pekerja.”Kita juga sudah melakukan order lintasan sintentis dari Jerman,pengadaan AC, pengadaan lampu ruangan, pengadaan rangka dan penutup atap membran serta struktur tribun extention tribun 100 meter,” ujarnya sembari menambahkan planing percepatan pembangunan juga sudah dilakukan di venues lainnya, sehingga semuanya ditargetkan dapat selesai sebelum November mendatang. Terpisah Kasi Pembangunana Air Bersih Kementerian Pekerjaan Umum, Jauhari Santosa mengatakan, dirinya tetap optimis apa yang saat ini sedang dilakukan di JSC dapat selesai tepat waktu.

”Seperti pembangunan water tratment, pemasangan pagar JSC serta pembangunan venues dan renovasi gedung olahraga kita harapkan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang sudah ada, apalagi sekarang progres pembangunan terus menunjukkan peningkatan,”katanya. Demikian caatan online books.grandong.com tentang Guna memperjelas batas wilayah kawasan Jakabaring Sport City.

Dinas Pendapatan Daerah

Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sumsel menyatakan kontribusi dalam bentuk sumbangan sukarela dari pihak ketiga selama ini masih sangat minim. Dari sekian banyak perusahaan yang beroperasi di Sumsel,tercatat hanya beberapa perusahaan yang memberikan bantuan untuk kepentingan pembangunan di Sumsel. “Memang dalam aturannya kita tidak bisa memaksa atau menentukan besaran sumbangan. Karena bantuan ini bersifat sumbangan atau sukarela.

Terkait berapa besarannya, tergantung dari mereka memberikan bantuan,”ujar Kepala Dispenda Provinsi Sumsel, Selamat Bamin kepada media massa kemarin. Dia menjelaskan, selama ini hanya beberapa perusahaan besar milik pemerintah maupun swasta di Sumsel yang kerap memberikan sumbangan seperti, PTBA ,PT Pusri, PT Semen Baturaja, PT Jasa Raharja danPT Tel.”Besaranbantuannya bervariasi. Saya contohkan, kalau pupuk atau semen, itu dihitung setiap saknya mereka membantu Rp 100.

Sedangkan dalam bentuk cair bisa Rp 1.000 rupiah per ton-nya. Kalau PTBA, Rp 500 per tonnya,”tandasnya. Lebih lanjut dia menambahkan, dimana dari data dimilikinya,tahun lalu kontribusi dari sumbangan pihak ketiga dari hasil produksinya mencapai sekitar Rp 11 miliar lebih. ”Jumlah tersebut belum termasuk hasil pajak dan lainnya, hanya sebatas sumbangan sukarela saja. Memang nilai bantuan sumbangannya masih kecil, tapi ya mau bagaimana lagi. Karena kita tidak bisa memaksa atau menekan,karena tidak ada dasarnya. Beda kalau pajak, wajib mereka harus bayar sesuai tarif yang sudah ada,” jelasnya. Ke depan, dirinya berharap jumlah perusahaan yang ada di Sumsel memberikan kontribusi bantuan sukarela bertambah.

”Kami tak mengetahui data persisnya perusahaan yang telah membantu, datanya ada di Bagian Perekonomian, karena kami (Dispenda) hanya menerima bantuan dananya saja,” katanya. Disinggung mengenai perkembangan sisa dana bagi hasil pajak pusat dan SDA tahun 2008 yang belum dibayar,Bamin mengatakan,jika tak ada halangan sisa dana bagi hasil yang belum dibayar akan masuk April nanti.”Sisanya tinggal Rp 40 miliar lagi, Insya Allah jika tidak ada halangan segera masuk ke kita, karena kita sudah mendapatkan laporan,” ujarnya menambahkan setiap tahun Provinsi Sumsel mendapat bagian dari bagi hasil dari pusat dari dana perimbangan sebesar Rp 1,8 triliun. Terpisah anggota Komisi III DPRD Sumsel,Agus Sutikno melihat, selama ini kontribusi yang diberikan perusahaan BUMN maupun swasta di Sumsel sudah cukup baik.

”Kita tahu bagaimana selama ini kontribusi PTBA dan PT Pusri kepada Pemprov Sumsel, begitu juga perusahaan swasta.Sumbangan ini kan sama saja dengan dana hibah, berapa jumlahnya tergantung yang beri,” ungkap Agus kepada media massa kemarin. Terkait target adanya peningkatan bantuan, Agus mengatakan, hal itu tergantung kesepakatan Pemprov Sumsel dengan pihak yang memberikan bantuan. ”Selama ada kesepahaman kesepakatan, dapat dibuat dalam naskah hibah/ bantuan antara pemprov dan pihak ketiganya. Demikian catatan online books.grandong.com tentang Dinas Pendapatan Daerah.

Sabtu, 12 Februari 2011

Pemerintah Amerika Serikat menaruh perhatian

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia ~> Pemerintah Amerika Serikat menaruh perhatian lebih kepada Sumsel. Bahkan negara adikuasa itu siap bekerjasama dengan Sumsel diberbagai bidang.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat, Stanley Harsha beserta rombongan di Griya Agung, Kamis (10/2) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut, Konjen AS Stanley Harsha menyampaikan pesan dari Duta Besar AS di Indonesia yang menyatakan AS siap bekerjasama diberbagai bidang dengan Provinsi Sumsel. Tidak hanya dibidang perdagangan, pertambangan, pariwisata dan industri, kerjasama bidang olahraga dan pendidikan pun ditawarkan pihak AS. “Kita sangat menyambut baik dengan adanya kunjungan Konjen AS ke Sumsel ini.

Ini artinya Sumsel merupakan salah satu daerah yang dilirik AS untuk berinvestasi dan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kita masyarakat Sumsel,”ujar Alex seusai menerima kunjungan Konjen AS. Jika tidak ada halangan, lanjut Alex, pada bulan April mendatang, Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel akan datang ke Sumsel guna melakukan penjajakan kerjasama dengan Sumsel. ”Nanti mereka juga akan mengadakan lomba entrepreneurship challengger untuk mahasiswa se-Sumsel. Lomba ini akan dibuka langsung Dubes AS untuk Indonesia,”terang Alex. Sementara itu Asisten Bidang III Kesra Pemprov Sumsel Aidit Aziz menambahkan, Pemprov Sumsel akan menindaklanjuti pertemuan dengan Konjen AS tersebut.

”Kontribusi AS selama ini di Sumsel cukup baik, khususnya di bidang pendidikan.Mereka setiap tahun mengirim tiga sampai empat tenaga pendidik mereka untuk mengajar di universitas di Sumsel. Kita harapkan kerjasama ini akan terus berjalan dengan baik, terlebih untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel,” ungkap Aidit kemarin di Kantor Pemprov Sumsel.

Selasa, 04 Januari 2011

Mekanisme pembelian tabung gas 3 kg

Mekanisme pembelian tabung gas 3 kg dengan Kartu Kendali mulai diuji coba. Nanti, tak sembarangan orang yang bisa membeli tabung melon ini. Hanya pemegang kartu ini yang boleh membeli.

Project Manager Program Edukasi dan Sosialisasi Konversi Mitan-LPG 3 Kg dari PT Kencana Mandiri Ulinusantara Irsan Thaslimie mengatakan, uji coba distribusi tertutup ini akan dilakukan di tujuh daerah, yaitu Kota Pekanbaru, Kota Purbalingga, Kota Sumedang, Kota Surakarta, Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.

"Sudah mulai bertahap. Penataan pada 2010 dan akan berjalan pada 2011," ungkapnya di Hotel Bidakara, Selasa (4/1/2011).

Kartu Kendali tersebut akan didistribusikan melalui pemerintah daerah setempat yang terkecil, yaitu kelurahan, kepada masyarakat yang tidak mampu yang telah didata sebelumnya. Irsan menegaskan, langkah ini memang dilakukan agar subsidi pemerintah melalui tabung gas ini bisa tepat sasaran kepada masyarakat tidak mampu.

"Orang kaya diharapkan tidak beli gas subsidi ini. Dengan demikian, subsidi bisa tepat sasaran," katanya.

Para pemegang kartu nantinya hanya boleh membeli dari agen-agen yang terletak dekat dari kediamannya. Untuk sementara, distribusi ditilik dari kemudahan geografis. Hanya saja, lanjut Irsan, masih perlu ekstra kerja keras untuk melengkapi daerah-daerah tersebut dengan alat gesek kartu dan menyosialisasikan cara kerjanya.

Saat ini, Irsan mengatakan, proses sudah lebih dahulu dimulai di Kota Malang. Namun, prosesnya masih akan dikaji. Soal besarnya anggaran untuk uji coba mekanisme ini, Irsan enggan berkomentar. Demikian catatan online Gohan tentang Mekanisme pembelian tabung gas 3 kg.

Sabtu, 25 Desember 2010

Pendeta RI Ririhena

IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -> Pendeta RI Ririhena mengajak umat Kristiani yang tengah merayakan Natal untuk tidak menjadikan Natal sebagai tradisi, melainkan sarana untuk merefleksikan diri segala yang sudah dilakukan selama satu tahun ini. Tradisi hanya akan mengecilkan makna Natal itu sendiri.

"Marilah kita menjadikan setiap perayaan Natal sebagai refleksi diri, refleksi umat, refleksi pribadi sebagai suatu perenungan," ucap Pendeta RI Ririhena, saat menyampaikan khotbahnya dalam ibadah Natal, Sabtu (25/12/2010), di Gereja Immanuel, Jakarta.

Ia mengungkapkan, umat Kristiani bisa memaklumi gegap gempita menyambut perayaan Natal. Setiap orang, lanjutnya, bahkan berbondong-bondong datang dari berbagai wilayah untuk beribadah Natal di salah satu gereja tertua di Jakarta, Gereja Immanuel, yang artinya Allah menyertai umatnya. Namun, pesan tersebut hendaklah tidak mengecilkan makna Natal yang hanya sekadar tradisi.

"Perayaan ini memang wajar dan benar ini perayaan umat Kristiani, di mana semua ingin ambil bagian. Tapi, marilah kita jadikan ini perenungan, tidak hanya jadi tradisi yang berlalu begitu saja," ucapnya.

Oleh karena itu, ungkap Pendeta RI Ririhena, hendaknya setiap pribadi yang ambil bagian di dalam ibadah Natal merenungkan semua yang sudah dilakukannya dalam setahun ini. Adapun, saat ini jamaah GPIB Immanuel tengah melakukan peribadatan natal. Ibadah dimulai sekitar pukul 08.15 WIB. Ratusan orang sudah memadati gereja yang sudah berumur 172 tahun itu.

Rabu, 01 Desember 2010

Peraturan mengenai pajak daerah

Peraturan mengenai pajak daerah yang baru saja ditetapkan oleh DPRD Kota Makassar juga mencakup para bos rumah kos di wilayah tersebut.

Ketua Badan Legislasi DPRD Makassar Rahman Pina di Makassar, Selasa (30/11/2010), mengatakan, regulasi ini hanya akan dikenakan bagi pemilik rumah kost yang mendapatkan penghasilan di atas Rp 2,5 juta per tahun.

Selain itu, perda ini tidak diberlakukan bagi pemilik rumah kos yang terletak di lokasi pendidikan yang digunakan oleh pelajar dan mahasiswa. "Misalnya saja, rumah-rumah kos di sekitar kampus Universitas Hasanuddin atau Universitas Negeri Makassar tidak dikenai pajak," katanya.

Ia menambahkan, besarnya pajak yang akan dikenakan kepada pemilik rumah kos tersebut adalah 10 persen dari total penghasilan setiap tahun.

Menurut dia, pajak bagi pemilik rumah kos yang mendapat penghasilan di atas Rp 2,5 juta per tahun ini penting mengingat selama ini pengusaha kos dengan penghasilan yang besar tidak pernah dikenai pajak.

"Dengan begitu, hal ini juga dapat memberikan tambahan pendapatan asli daerah bagi Kota Makassar," katanya.

Perda ini, menurut dia, sudah disahkan oleh DPRD Kota Makassar dan telah diajukan kepada Gubernur Sulawesi Selatan agar dapat diberlakukan dengan cepat.

Ia menargetkan, perda tentang pajak daerah ini sudah dapat diterapkan pada awal tahun 2011, tepatnya pada Januari.

"Semuanya tergantung dari Gubernur Sulawesi Selatan. Jika prosesnya cepat, perda pajak daerah ini juga akan semakin cepat diterapkan di Kota Makassar," tegasnya. Demikian catatan online Gito tentang Peraturan mengenai pajak daerah.